Akhirnya Lahir Juga

Absolute Revo 110

Absolute Revo 110

Akhirnya lahir juga Absolute Revo 110 pada Jum’at 30 Januari lalu. Prediksi tulisan yang lalu mengenai spek dan body tidak jauh. Masih satu platform dengan Honda Blade 110 CC. Launching dilakukan di 3degrees FX Jalan Sudirman, Jakarta. Disusul kemudian dengan dengan konser music pada minggu malam (1 / 2) di Global TV dan Trans TV yang diisi icon Absolute Revo yaitu Nidji. Baca lebih lanjut

Iklan

Pengganti Revo 100 CC Positif Lahir

Ilustrasi Revo baru tampak depan

Ilustrasi Revo baru tampak depan

Gosip emang asyik. Melanjutkan gosip pada tulisan yang lalu tentang Revo 110 Segera Lahir (15/1). Sepertinya bakal terbukti kalau adiknya Honda Blade akan lahir yakni Revo 110 CC yang bakal menggantikan kiprah Revo 100 CC.

Kayak apa sih modelnya? Seheboh apa sih? Bener specdown Honda Blade?

Modelnya cukup berani dan ternyata bukan specdown dari Honda Blade. Basis rangka tetap sama. Ini karena masih satu platform dengan Blade. Selain sasis, sokbreker depan belakang kemudian rem cakram depan, dan knalpot sama dengan Blade. Itu juga termasuk stang tekuknya. Yang berbeda adalah indikator speedometer, odometer, dan tachometernya. Engine sebelas dua belas sama Blade.

Masih bicara body. Headlightnya sama dengan Supra X 125. Sayapnya tiga dimensi seperti Blade dan New Supra X 125. Untuk bagian belakang tampak garis tajam meruncing seperti CS-1. Diklaim AHM, produk barunya ini lebih sporty daripada saingannya. Untuk nama belum jelas. Kita tunggu saja.

Harga jual diprediksi bakal mendekati harga saingannya yakni Vega ZR yang dibanderol Rp. 11,8 juta. Tapi bisa juga sama dengan harga Revo lama.

Gosip punya gosip, katanya motor baru ini sudah diproduksi 1.000 biji untuk keperluan tes, display dealer dan launching. Yoo bro, mari kita tunggu kehadirannya. (ifb)

Revo 110 Segera Lahir

siap-siap punya adik

siap-siap punya adik

Ada gosip hangat dari beberapa tabloid otomotif bahwa akan lahir adik dari Honda Blade yaitu Revo 110. Bicara spek mesin yang diusung adalah 110 CC. Bodynya hampir mirip dengan Supra X 125 versi lawas.

Anak baru Honda ini konsepnya lebih mendekati daily utility alias kebutuhan harian. Berarti bisa jadi tidak segalak Blade yang memang sudah dirancang buat balap.

Harga dibanderol sekitar Rp. 12,5 juta lebih murah 1 jeti dari Blade. Penasaran? Kita tunggu yuuu. Namanya juga gosip.

Blade, Asa Honda di Dunia Balap Indonesia

Kehadiran Honda Blade pada 4 Desember lalu memberikan harapan cerah bagi keterlibatan Honda di dunia balap Indonesia. Bagaimana tidak, bebek baru ini dipuji setinggi langit karena secara teknis dianggap mampu menandingi lawan-lawannya. Simak saja mulai dari mesinnyalogo_blade_muka1 yang mengusung tipe NF 110 yang sangat kompetitif bahkan dapat dibore-up sampai 116 CC. Selain itu mesin Blade dilengkapi roller rocker arm yang dapat mengurangi gesekan antara roller bearing dengan cam shaft.

Desain rangka Blade boleh jadi sudah keluar dari pakem Honda. Biasanya Honda mengeluarkan desain sasis yang mementingkan penggunaan harian seperti pemasangan bagasi besar. Coba lihat Honda Karisma. Ini jelas membuat susah pada saat disetting untuk balap. Pada Honda Blade walaupun tetap ada bagasi tapi desain sudah baru lebih kompak dan stabil. Pada bagasi Honda Blade, sisi kanan-kiri diapit pipa. Dengan bekal sasis seperti ini Honda Blade sudah punya modal untuk turun di balap.

Baca lebih lanjut

Tips Hadapi Ban Bocor

Lagi asyik bermotor sambil menikmati angin sepoi sepoi yang melewati helm, tiba tiba bhusshhhh..ban gembes alias bocor. Huh, langsung deh suasana hati kacau balau, Tul gak?

Biarpun hati dongkol, jangan asal berhenti atau malah tetap tancap gas. Nah ini sedikit tips jika si karet bundar bocor. Begitu sadar ban gembes ingat tips berikut ini:

  1. Segera menepi dan tetap tenang serta konsentrasi terutama jika motor berada di lajur tengah jalan raya
  2. Kurangi kecepatan secara perlahan. Kalau tetap kencang, ban dalam bisa rusak karena menerima tekanan dari velg akibatnya velg bisa peyang alias tidak rata karena berbenturan dengan aspal
  3. Jangan menaiki motor. Kalau motor dinaiki pentil ban bisa copot karena pentil bergeser dari mur penguncinya karena menerima beban pengendara. Lebih baik dituntun dan langsung mencari si Lay tukang tambal ban. (wiyarto mulyono)