Market Share Yamaha Tembus No.1?

nomor1Ada berita heboh di awal 2009. Yamaha menjadi leader penjualan sepeda motor di Indonesia. Iklannya menyolok mata dan dimuat di harian berpengaruh serta tabloid sepeda motor yang beken. Pertanyaannya, benarkah itu?

Baca lebih lanjut

Iklan

Pengganti Revo 100 CC Positif Lahir

Ilustrasi Revo baru tampak depan

Ilustrasi Revo baru tampak depan

Gosip emang asyik. Melanjutkan gosip pada tulisan yang lalu tentang Revo 110 Segera Lahir (15/1). Sepertinya bakal terbukti kalau adiknya Honda Blade akan lahir yakni Revo 110 CC yang bakal menggantikan kiprah Revo 100 CC.

Kayak apa sih modelnya? Seheboh apa sih? Bener specdown Honda Blade?

Modelnya cukup berani dan ternyata bukan specdown dari Honda Blade. Basis rangka tetap sama. Ini karena masih satu platform dengan Blade. Selain sasis, sokbreker depan belakang kemudian rem cakram depan, dan knalpot sama dengan Blade. Itu juga termasuk stang tekuknya. Yang berbeda adalah indikator speedometer, odometer, dan tachometernya. Engine sebelas dua belas sama Blade.

Masih bicara body. Headlightnya sama dengan Supra X 125. Sayapnya tiga dimensi seperti Blade dan New Supra X 125. Untuk bagian belakang tampak garis tajam meruncing seperti CS-1. Diklaim AHM, produk barunya ini lebih sporty daripada saingannya. Untuk nama belum jelas. Kita tunggu saja.

Harga jual diprediksi bakal mendekati harga saingannya yakni Vega ZR yang dibanderol Rp. 11,8 juta. Tapi bisa juga sama dengan harga Revo lama.

Gosip punya gosip, katanya motor baru ini sudah diproduksi 1.000 biji untuk keperluan tes, display dealer dan launching. Yoo bro, mari kita tunggu kehadirannya. (ifb)

Revo 110 Segera Lahir

siap-siap punya adik

siap-siap punya adik

Ada gosip hangat dari beberapa tabloid otomotif bahwa akan lahir adik dari Honda Blade yaitu Revo 110. Bicara spek mesin yang diusung adalah 110 CC. Bodynya hampir mirip dengan Supra X 125 versi lawas.

Anak baru Honda ini konsepnya lebih mendekati daily utility alias kebutuhan harian. Berarti bisa jadi tidak segalak Blade yang memang sudah dirancang buat balap.

Harga dibanderol sekitar Rp. 12,5 juta lebih murah 1 jeti dari Blade. Penasaran? Kita tunggu yuuu. Namanya juga gosip.

Premium Turun per 15 Januari 2009

untitled_bbm-turun Hip hip hore ! Akhirnya SBY mengumumkan premium bakal turun per 15 Januari. Premium turun Rp. 500 menjadi Rp. 4.500 per liter dan solar turun Rp. 300 menjadi Rp. 4.500 per liter. Selain BBM, SBY juga menurunkan tarif dasar listrik untuk industri.

Penurunan harga BBM dan TDL diharapkan ikut menurunkan harga-harga barang komoditas sehingga daya beli masyarakat terjangkau.

Kalau untuk tarif angkutan umum masih gelap. Organda belum bisa menentukan apakah tarif angkutan bisa turun sepuluh persen. Menurut Ketua DPP Organda, Murphy Hutagalung, masih dihitung besaran penurunan tarifnya. Ini terkait dengan harga spare part dan pelumas, tambahnya lagi.

Tarif angkutan umum memang masih gelap segelap pelayanan yang diberikan. Alih-alih tarif turun malah pelayanan kian jelek. Ini bukan rahasia umum lagi. Kalau sudah begitu lebih baik naik motor saja, atau naik busway yang mendingan pelayanannya. (ifb/wmu:sumber gambar dari metrotvnews.com)

Analisa Mundurnya Kawasaki

untitled_hoper1Seperti sudah diungkapkan, penyebab mundurnya Kawasaki karena dua sebab. Pertama, dampak krisis ekonomi global dan kedua prestasi yang buruk. Keduanya kalau diurut memang saling terkait.

Begini, Kawasaki sepenuhnya membiayai sendiri tim balapnya secara finansial. Dana yang mengalir ke tim ini berasal dari penjualan sepeda motornya di dunia. Parahnya, prestasi Kawasaki jeblok di balap padahal kejuaraan balap seperti MotorGP dan WSBK adalah salah satu cara promosi untuk menaikkan penjualan. Prestasi jelek penjualan anjlok jelas bikin duit tidak mengalir ke kocek tim. Padahal mereka butuh puluhan juta dollar supaya motor balapnya tetap jalan di lintasan balap.

Itu dari sisi prestasi. Nah, sekarang krisis ekonomi global menambah parah keadaan. Daya beli menurun. Makin anjlok penjualan makin susah dapat duit. Ini yang bikin kacau balau tim Kawasaki.
(wiyarto mulyono)